Kenapa plastik menjadi masalah?

Indonesia adalah penyumbang sampah plastik ke lautan kedua di dunia setelah Cina. Jika keadaan ini berlangsung terus-menerus, diperkirakan pada tahun 2050 akan lebih banyak plastik di laut dibandingkan ikan. Pencemaran sampah plastik dan ancaman bencana ekologi yang dihasilkan oleh plastik berdampak sangat buruk bagi keseimbangan antara lingkungan, hewan, dan manusia.


Manusia

Zat kimia berbahaya pada plastik dapat menyebabkan kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, dan masalah kesehatan lainnya.

Hewan

Dampak buruk dari sampah plastik adalah puluhan ribu burung, anjing laut, penyu, dan hewan lainnya terperangkap sampah plastik. Plastik yang tertelan tidak dapat dicerna sehingga akan menyumbat usus dan dapat berujung kematian.

Lingkungan

Plastik tidak dapat terurai di alam. Bukan hanya akumulasi plastik yang membahayakan lingkungan, mikroplastik dan racun di dalam plastik yang dilepaskan selama dekomposisi akan merusak kesuburan tanah sekaligus menyebabkan kontaminasi pada air.

Apa yang bisa saya lakukan?

Cara paling ampuh untuk mengurangi sampah plastik adalah untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai. Mengubah pola pikir dan kebiasaan kita dalam menggunakan plastik dibutuhkan untuk memberi perubahan di keadaan saat ini.

Tolak dan kurangi pemakaian plastik sekali pakai

Plastik sekali pakai seperti kantong plastik, botol air kemasan, sedotan, gelas, wadah makanan, dan barang plastik lainnya menjadi sumber polutan yang besar dari total sampah yang ditemukan di laut dan darat. Menolak plastik sekali pakai dengan membawa barang-barang yang dapat digunakan kembali, seperti : membawa tas belanja, botol minum, peralatan makan sendiri, akan menjadi solusi nyata untuk menjaga bumi tetap lestari.

Bawa Tasmu Sendiri
Bawa Tumblermu Sendiri
Stop Menggunakan Sedotan Plastik